Belajar Teori Hukum


1.     Ada tiga konteks dasar yang paling utama dalam teori hukum. Pertama, pentingnya konteks sejarah di mana teori itu dibuat. Kedua, konteks budaya di mana teori tersebut merupakan bagian. Terakhir, konteks dalam masalah-masalah tertentu di mana suatu teori ditawarkan sebagai jawaban. Mengapa konteks penting, sebab konteks menjadi latar belakang teori hukum tertentu diciptakan. Teori hukum lahir sebagai reaksi terhadap keadaan masyarakat, budaya suatu masyarakat (tiap-tiap masyarakat berbeda dalam menghayati keadilan, kebebasan, hak, agama, moral, dan lain sebagainya), dan teori hukum juga lahir sebagai jawaban terhadap suatu permasalahan yang terjadi dalam masyarakat tertentu. Perbedaan jawaban terhadap suatu persoalan bergantung pada di mana pertanyaan itu diajukan, yaitu apa yang membuat suatu pertanyaan hukum itu timbul? Dan apa faktor yang menyebabkan hukum menjadi hukum yang baik? Teori hukum ini penting untuk dipelajari. Karena itu belajar konteks (kondisi di mana suatu keadaan terjadi) ialah bagian penting dari teori hukum, sebab kita harus paham apa latar belakang dari teori hukum tertentu dibuat. Seorang sarjana hukum yang tahu teori hukum akan memiliki perlengkapan yang lebih baik, karena hukum lebih dari sekedar undang-undang dan peraturam. Belajar teori hukum dan konteks dalam teori hukum, kita akan mampu melahirkan argumen dan kontra argumen. Begitu pula manfaat mempelajari filsafat hukum. Teori hukum itu sendiri merupakan bagian dari filsafat hukum. Belajar teori hukum juga berarti mempelajari hukum dari dalam dan hal-hal lain yang melampaui batas-batas hukum.[1]   


[1] Ibid., hlm. 1-4.    

Komentar