Menyambut Asian Games 2018 Indonesia: Kontribusi Pandeglang

Hajatan kita tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September nanti bukanlah hajatan biasa. Ini Asian Games. ASIAN GAMES. ASIAN GAMEShttp://dukungbersama.id. Acara olahraga yang amat bergengsi untuk Asia. Setidaknya ada 45 negara di Asia yang akan berpartisipasi dalam Asian Games nanti. Dalam arti, masyarakat dari 45 negara itu sedang tidak sabar menunggu Asian Gameshttp://dukungbersama.id. Tidak hanya dari negara partisipan, tapi besar kemungkinan masyarakat penikmat olahraga di seluruh penjuru dunia pun sedang antusias pada Asian Games. Waaahhhh... dan kita tuan rumahnya. Apa itu tidak luar biasa?

Ada 37 cabang olahraga yang dilombakan, antara lain 28 cabang olahraga olimpiade, 4 cabang olahraga Asia, dan 5 cabang olahraga lain hasil usulan dari Negara kita. Persiapannya tentu bukan hanya di Jakarta dan Palembang saja, tapi juga di semua daerah di Indonesiahttp://indonesiabaik.id. Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan lain sebagainya. Masyarakat Indonesiahttp://indonesiabaik.id, semua kalangan, mestinya mempererat kerjasama dan solidaritas dalam Hajatan besar ini (brilio.net, 2018).

Asian Games ini benar-benar tidak hanya tentang olahraga, tapi banyak hal: politik, ekonomi, etnis, infrastruktur: baik itu infrastuktur fasilitas olahraga, maupun infrastruktur daerah secara keseluruhan (jalan, transportasi, bangunan, dan lain sebagainya), pengaruh terhadap iklim investasi (hal ini menurut Yusuf Kala dalam tempo.co, 2017), impact terhadap budaya olahraga masyarakat kita, terhadap semangat atlit kita, hingga terhadap nasionalisme dan solidaritas masyarakat Indonesia beserta atlitnya, serta terhadap image negara kita secara keseluruhan. Meski memang biaya yang dikeluarkan untuk Hajatan Asia ini tidak sedikit, tapi banyak hal yang bisa kita dapat dan manfaatkan dari menjadi tuan rumah hajatan (ini adalah kesempatan Negara kita).

Pesta olahraga Asia ini sebenarnya adalah ajang negara-negara di Asia, apalagi kita sebagai tuan rumah, untuk menunjukan identitas atau kehebatan negara masing-masing. Bahkan Asian Games adalah oportuniti untuk semua negara di Asia dalam memperkenalkan bagaimana bagusnya olahraga Asia, mempercantik image Asia di mata dunia.

45 Negara yang akan meramaikan Asian Games 2018 nanti, antara lain Afganishtan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Cambodia, China, Taipei, Hongkong, India, Iran, Iraq, Japan, Kuwait, Laos, Lebanon, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Oman, Pakistan, Palestina, Filiphina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Syria, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Vietnam, Yaman, dan lainnya (brilio.net, 2018).

Belajar dari negara yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games, seperti dari Hong Kong pada tahun 2006 misalnya, hosting Asian Games membawa pengaruh jangka panjang terhadap pengembangan olahraga Hong Kong, antara lain: membantu atlit elite Hong Kong dalam mempersiapkan diri sebaik mungkin (menambah semangat mereka), menumbuhkan budaya olahraga yang kuat di masyarakat Hong Kong, dan meningkatkan profil Hong Kong sebagai pusat penyelenggara kegiatan olahraga Asia, bahkan dunia (gov.hk, 2018).

Begitu pun negara kita, panitia Asian Games 2018 telah mengembangkan fasilitas, mereka membangun Gelora Bung Karno, menyediakan wisma atlet di Kemayoran dan Jakabaring, merenovasi/ membangun venue dayung dan menembak di Jakabaring, Palembang, dan venue yang termasuk cagar budaya, menata kawasan, dan usaha lainnya (depkes.co.id, 2017). Pembangunan ini berdampak jangka panjang untuk kepentingan kemajuan bangsa kita di masa depan, khususnya di bidang olahraga.

Dari Pandeglang Untuk Asian Games
Pandeglang kini dikembangkan sebagai kota wisata dari Banten. Seperti yang diberitakan oleh sport.detik.com, pada tanggal 22 September 2017 kemaren, Pandeglang menyelenggerakan Festival Pesona Tanjung Lesung. Pada hari pertama, digelar lomba lari Pandeglang 10K dan Pasar Kolecer (sport.detik.com, 2017).

Pandeglang 10K adalah lomba lari yang diorganisir oleh Kantor Dispora dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang dengan dukungan penuh dari Bupati Irna Narulita dan jajarannya. Lomba lari ini mendapatkan sambutan meriah dari banyak pihak. Pandeglang 10K dimulai pada pukul 14:30 WIB di Alun-alun Citereup dan finis di lapangan helipad Beach Club Tanjung Lesung (sport.detik.com, 2017). Komitmen dari Pemerintah dan antusiasme masyarakat Pandeglang dalam memeriahkan Asian Games tersebut tentu patut diapresiasi.

Selain lomba lari yang diikuti oleh 1.487 peserta, Pandeglang juga mengadakan Pasar Kolecer, yakni sebuah bazaar yang diikuti oleh beberapa pengusaha lokal dan menghadirkan sejumlah produk khas Banten, baik kuliner khas provinsi ini maupun kerajinan tangan. Salah satu peserta seperti ASIPA (Asosiasi Industri dan Pelaku Usaha) Pandeglang, memamerkan sejumlah karya lokal yang dibuat dari bambu, kayu, dan rotan, seperti tas, replika jam tangan, miniatur badak cula satu dari kayu, dan mainan tradisional anak-anak (sport.detik.com, 2017).

Festival di Tanjung Lesung tersebut juga memamerkan pariwisata Pandeglang dalam pameran 7 Wonders of Banten. Pameran tersebut memberikan gambaran tujuh potensi pariwisata yang dimiliki Banten, antara lain: Tanjung Lesung, Sarwana, Cisadane, Baduy, Anyer dan Carita, Ujung Kulon, dan Banten Lama. 7 paket wisata Banten, yang 4 di antaranya berasal dari Pandeglang (Tanjung Lesung, Sawarna, Carita, dan Ujung Kulon). Utamanya setelah Tanjung Lesung menjadi 10 destinasi wisata yang diprioritaskan pemerintah, maka Banten utamanya Pandeglang benar-benar harus memerhatikan bagaimana caranya agar para turis itu tertarik untuk datang berwisata di sana dan kagum setelahnya.
Strategi dari Pandeglang untuk Asian Games lebih kepada sektor wisata, dan juga ekonomi kreatif. Masyarakat Pandeglang harus siap menerima ribuan turis yang akan menyerbu tempat wisata mereka. Banyak hal yang perlu diperhatikan, sebab turis tidak akan datang begitu saja. Lagi-lagi berbicara mengenai infrastruktur, seperti hotel, jalan untuk aksesibilitas, dan lain sebagainya. Inovasi paket wisata yang juga perlu dikembangkan, agen travel yang aman dan kredibel, UMKM (utamanya mereka yang menjual asesoris khas daerah Pandeglang dan ekonomi kreatif), dan tak lupa masyarakat pun harus dipersiapkan dengan baik mentalnya.

Langkah-langkah sudah dijalankan, hingga visi membangung jalan tol Serang-Panimbang dan jalur rel kereta api Labuan-Panimbang, sudah dicanangkan Pemerintah. Komitmen tidak hanya mesti datang dari Pemerintah pusat, tapi juga dari pemerintah daerah, bahkan di tingkat RT sekalipun. Masyarakat perlu terus untuk diingatkan bahwa Agustus sampai dengan September nanti ada Hajatan Asia terbesar di bidang olahraga. Kita harus melek, karena ini ialah untuk kemajuan kita sendiri. Asian Games 2018 adalah kesempatan kita untuk mempromosikan identitas dan image negara kita, provinsi kita, kota kita, kabupaten kita, kampung kita. Solidaritas, komitmen, dan dukungan bersama untuk membangun Negeri http://dukungbersama.id.

Tanggung jawab hosting Asian Games itu besar, keuntungan yang didapat pun sebanding. High risk, high return. Semoga Asian Games 2018 di Indonesia ini dapat sukses diselenggerakan. Juga sukses mengharumkan identitas tuan rumahnya. Pandeglang juga harusnya dapat berpartisipasi dalam menyambut Asian Games, salah satunya dengan memperkenalkan tempat wisata eksotis yang dimilikinya.

Komentar